Kontroversi rencana pembangunan jembatan laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali kembali ramai diperbincangkan. Perdebatan ini sudah berlangsung puluhan tahun. Penolakan jembatan laut itu oleh masyarakat Bali disuarakan permimpin Bali formal seperti gubernur dan bupati mau pun pemimpin Bali informal seperti pucuk lembaga adat dan keagamaan. Pemicu hebohnya kembali proyek itu disebabkan oleh munculnya data proyek di laman Wikipedia Indonesia belum lama ini.
Wikipedia Indonesia memang hanya memuat data soal jembatan laut yang disebut jembatan tol sebagai kelanjutan dari jalan tol Probolinggo – Jember – Banyuwangi yang akan disambungkan dengan jalan tol Gilimanuk – Mengwi – Tol Bali Mandara. Kedua ruas jalan tol di Jawa dan Bali itu memang sedang digarap. Tol Probolinggo – Banyuwangi yang berujung di Pelabuhan Ketapang sedang giat dikerjakan. Akan halnya tol Gilimanuk – Mengwi sedang direvisi anggarannya namun pembebasan tanah sudah mulai dilakukan.28 Maret 2024
07 Desember 2021
Etika menayangkan konten di YouTube
01 Desember 2021
Pengurus Parisada Mejaya-jaya Saat Wuncal Walung
25 November 2021
Pariwisata Bali di Masa Depan
04 Mei 2021
Jika DesaAdat Menutup Ashram
Ada sesuatu yang ramai atau viral di media sosial. Juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Yakni ada desa adat, tentu melalui pecalangnya, menutup sebuah ashram dengan alasan ashram itu mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan budaya lokal masyarakat Bali. Ajaran mereka itu dianggap bukan dresta (budaya) Bali, sehingga perlu ditutup. Desa adat itu merasa berhak menutup ashram itu karena ashram itu berdiri di wilayah desa adat, atau istilah yang dipakai secara umum adalah masuk wewidangan desa adat. Nah, setidaknya ada dua masalah di sini. Pertama, apa benar ashram itu berada di wewidangan desa adat. Yang kedua, berhakkah desa adat menutup sebuah tempat yang disebut mengajarkan keyakinan tertentu jika tempat itu adalah masalah privat, bukan area terbuka.
06 April 2021
Pelaku Bunuh Diri ke Surga atau ...
25 Maret 2021
Sulinggih Cabul Diborgol
01 Maret 2021
Ngobrol Santai Bersama Iwan Piliang Bicara Wisata Bali
07 Februari 2021
Naskah Teks: Urun Rembug Reformasi PHDI
(Catatan: Ini teks lengkap versi video di Channel YouTube)
21 Oktober 2020
Fokus Pada HK, Sampradaya Lain Jangan Diobok-Obok
Belakangan ini kalau saya amati perbincangan di media sosial, banyak sekali postingan atau status yang mempermasalahkan sampradaya. Seolah-olah semua sampradaya itu merusak tatanan keagamaan kita, setidaknya bagi kita yang melaksanakan tata cara agama Hindu dengan budaya Bali. Bahkan seolah-olah apa yang disebut ashram itu sepertinya harus dihindari oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu. Semua ini gara-gara kita diusik oleh aliran Hare Krishna yang sudah berkembang di Bali. Kita tahu kelompok Hare Krishna mempergunakan juga istilah ashram dan sampradaya.
