Ada oknum sulinggih (pendeta Hindu) yang melakukan perbuatan cabul dan kini berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan. Dia pun diborgol. Bisakah sulinggih diborgol? Apakah dia sulinggih abal-abal?
Viral di media massa. Ada oknum sulinggih (pendeta Hindu) yang melakukan perbuatan cabul dan kini berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan. Dia pun diborgol. Bisakah sulinggih diborgol?
Kalau sulinggih beneran, tentu tak etis sampai diborgol. Karena jika melakukan kasus kejahatan yang sudah diproses hukum sebagai tindakan pidana, Nabe dan Perguruan akan mengambil langkah. Jika memang terbukti ada tindak pidana, maka sulinggih itu dilepas dulu status kesulinggihannya. Rambutnya digunting sehingga tak bisa lagi digelung. Sehingga ketika ditahan, apalagi diborgol, statusnya kembali menjadi walaka, bukan sulinggih.
Oknum sulinggih yang viral ini diragukan kesulinggihannya. Dilihat dari usia tidak memenuhi syarat. Dia menyebut nabenya Ida Pedanda Gde Gunung, padahal Pedanda Gunung yang terkenal kemampuan dharmawacananya itu sudah 5 tahun lebar (meninggal dunia). Bhiseka kesulinggihannya Begawan Rsi Agung, sesuatu yang tidak lazim. Menurut Ketua PHDI Bali, Prof Ngurah Sudiana, oknum sulinggih ini tak terdaftar di PHDI Gianyar maupun PHDI Bali.
Tapi kenapa pada saat ditahan tetap memakai busana sulinggih? Adakah ini sebuah "gerakan besar" yang memang bertujuan untuk melecehkan sulinggih Hindu budaya Bali, atau malah yang lebih besar lagi, merendahkan Hindu budaya Bali dengan membesar-besarkan kasus-kasus yang berkaitan dengan simbol-simbol agama Hindu di Bali?
Proses hukum sedang berjalan, meski banyak yang tak jelas. Kenapa Nabenya diam, perguruannya tak bereaksi, itu kalau benar ada nabe dan terikat perguruan. Lalu kasus hukumnya sendiri, TKP ada di Gianyar kasusnya ditangani Kejari Denpasar. Kejadiannya pertengahan tahun 2020 baru sekarang proses penyidikannya.
Mudah2an ini bukan skenario serangan untuk kelestarian Hindu budaya Bali, meski pun kita harus tetap prihatin bahwa banyak peluang untuk mencoba menggoda kerukunan di Bali.
Ikuti ulasan ini, bagi yang berminat saja. Telaah dengan kearifan, bukan ikut-ikut dengan prasangka dan kebencian. Ngiring mulat sarira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar