Ini adalah seri penutup dari sloka Sarasamuscaya yang terdiri dari 511 sloka. Tema terakhirf ini adalah tentang Orang yang Bijaksana. Apa ciri-ciri orang yang bijaksana itu.
Tampilkan postingan dengan label SARASAMUCCAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SARASAMUCCAYA. Tampilkan semua postingan
01 Februari 2021
29 Januari 2021
SARASAMUSCAYA #MpuJayaPrema - Sloka 486 - 499 - Ikatan Cinta Ka...
Ikatan Cinta Kasih bagian kedua. Cinta buta pada harta benda bisa menimbulkan keterikatan. Cinta kasih pada keluarga jangan sampai menyengsarakan.
27 Januari 2021
SARASAMUSCAYA #MpuJayaPrema - Sloka 474 - 485 - Ikatan Cinta Kasih
Ikatan Cinta Kasih bermakna ganda. Cinta buta pada harta benda bisa menimbulkan keterikatan. Cinta kasih pada keluarga jangan sampai menyengsarakan.
26 Januari 2021
SARASAMUSCAYA #MpuJayaPrema - Sloka 458 - 473 Keserakahan
Ini tema tentang Keserakahan atau Ketamakan. Fokusnya pada mencari harta kekayaan dengan cara serakah dan di jalan yang tidak benar. Yang didapat adalah kesengsaraan dan penuh duka.
10 Januari 2021
SARASAMUSCAYA Nafsu Birahi Perempuan Jalang (Bag...
Ini adalah sambungan serti sebelumnya dengan tema nafsu birahi perempuan jalang yang harus dijauhi oleh lelaki bijak.
02 Desember 2020
SARASAMUSCAYA - Keseimbangan Jiwa - Sloka 405 - 412
Jiwa harus diseimbangkan supaya bersih. Salah satu caranya, jangan hiraukan cacian dan memberi maaf.
16 November 2020
SARASAMUSCAYA - Sloka 391 - 398 Pitrayana dan Dewayana
Sorga adalah tempat yang diinginkan orang setelah kematian. Namun ada yang lebih tinggi lagi, yakni moksha, karena itulah kedamaian yang abadi di alam Brahmaloka.
10 November 2020
Sarasamuscaya Sloka 364 - 378 Kekuasaan Maut
Tema seri ini adalah Kekuasaan Maut. Jangan menunda pekerjaan dan jangan sia-siakan waktu karena maut tak pernah menunda datangnya jika takdir telah tiba.
15 Oktober 2020
Sang Durjana Harus Diawasi Berkepanjangan (Sarasamuscaya Sloka 335 – 351)
Om Swastyastu. Umat sedharma yang dikasihi Tuhan. Kita lanjutkan lagi pembahasan kitab Sarasamuscaya, kitab etika warisan leluhur yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno oleh Bhagawan Wararuci. Kita sudah menginjak ke sloka 335 dengan melanjutkan tema sebelumnya, bagaimana kita bergaul terutama jika menghadapi sang durjana, orang yang berprilaku jahat. Saya tak menyertakan sloka asli dalam bahasa Sansekerta mau pun sloka terjemahan bebasnya dalam bahasa Jawa Kuno di sini. Nanti dalam buku, kedua jenis sloka itu akan saya cantumkan dengan lengkap. Mari saya baca sloka ke 335.
25 September 2020
20 September 2020
13 September 2020
07 September 2020
31 Agustus 2020
30 Agustus 2020
29 Agustus 2020
16 Agustus 2020
13 Agustus 2020
06 Agustus 2020
Langganan:
Komentar (Atom)