Tiga polisi tewas tertembak ketika menggerebek judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Peristiwa tragis itu terjadi Senin lalu. Mereka dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi karena gugur dalam tugas mulia: memberangus perjudian. Sementara dua anggota TNI Angkatan Darat menyerahkan diri setelah mengakui melakukan penembakan. Keduanya dikecam.
Kepala
kepolisian dan panglima tentara langsung membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini. Kepala Penerangan Kodam Sriwijaya, Kolonel
Inf Eko Syah Putra Siregar menyebutkan sudah dibentuk tim investigasi bersama
kepolisian daerah Lampung agar kasus ini terbuka seterang-terangnya.
Perkembangan
selanjutnya di kaki ayam yang disabung dilumuri rempah-rempah warna putih yang
disebut pamor. Setelah diadu ayam mana yang tubuhnya paling banyak lumuran
pamor maka ayam itu dinyatakan kalah. Tak harus berlama-lama menunggu lari
terbirit-birit.
Dalam
perjalanan selanjutnya sabung ayam yang awalnya untuk merangsang penduduk
beternak ayam, dimasuki unsur judi. Sistem taruhan pun dibuat yang detil. Juga tata
cara menyabung yang begitu ribet disertai memelototi ayam mana yang banyak ada
pamor-nya untuk disebut kalah. Belakangan jalan pintas pun dicari. Di kaki ayam
dipasang pisau kecil yang sangat tajam yang disebut taji. Jadi, ayam yang kalah
betul-betul bersimbah darah dan tak bisa lagi berdiri. Cara-cara menyabung ayam
seperti inilah yang sekarang diwarisi.
Hampir di
semua daerah sabungan ayam begitu populer. Di Bali di setiap desa ada arena
sabungan ayam. Sabung ayam adalah perjudian resmi yang mendapat izin dari
kepolisian untuk kegiatan amal atau mencari dana pembangunan desa. Tapi itu
dulu. Setelah ada Undang-undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian sabungan
ayam termasuk yang dilarang. Para pemuka agama menyambut baik larangan ini
sambil memberi pencerahan bahwa judi itu perbuatan tercela dan mengadu hewan
sampai mati adalah dosa. Melanggar ajaran ahimsa, tak boleh menyakiti makhluk
lain. Arena sabung ayam pun berubah menjadi balai serba guna.
Apakah
sabung ayam jadi hilang? Ternyata tidak. Seperti halnya di berbagai daerah
lain, sabung ayam tetap marak di Bali, sabung ayam gelap yang disebut branangan.
Sabung ayam liar ini berdasarkan undang-undang adalah pelanggaran pidana yang harus
dibubarkan dan pelakunya bisa ditangkap.
Siapa yang
berhak membubarkan? Ya polisi. Bahwa sabung ayam gelap itu tetap ada, tentu kita
bisa bertanya ke pihak polisi. Apakah polisi tidak tahu atau pura-pura tidak
tahu. Sudah jadi perbincangan umum bahwa polisi diduga pura-pura tidak tahu
atau kata lain “ada main mata” dengan pengelola sabung ayam. Tentu ada imbalannya.
Sabung
ayam gelap berunsur judian ini sangatlah mustahil untuk tidak diketahui oleh
polisi setempat, dalam hal ini Kepolisian Sektor yang ada di Kecamatan. Seperti
yang pernah dikatakan Made Mangku Pastika saat beliau menjadi Kapolda Bali,
bagaimana mungkin polisi tak tahu. Sabung ayam itu kegiatan yang melibatkan
banyak orang. Para penjudi berbondong-bondong datang, juga para pedagang dan
peternak ayam, ditambah penonton nonjudi yang betul-betul butuh hiburan. Di era
Mangku Pastika menjadi Kapolda (25 April 2003 – 11 Desember 2005} sabung
ayam memang sepi di Bali.
Jadi,
menggerebek judi sabung ayam seharusnya sangat mudah karena ini hajatan yang
penuh keramaian. Beda dengan judi togel (toto gelap) apalagi judol (judi
online) yang bisa dilakukan tersembunyi. Persoalannya adalah apakah para
penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, mau serius menangkap para bandar judi
itu. Atau justru menikmati setoran dari uang judi yang begitu berlimpah. Lebih
aneh lagi aparat hukum justru menggerebek judian itu ketika setorannya macet
atau dianggap terlalu kecil. Ini acap kali terjadi di hampir semua daerah meski
pembuktiannya juga teegolong sulit.
Kasus di
Lampung harus jadi kajian penting untuk memberantas judi sabung ayam di mana
pun berada. Kita berduka untuk polisi yang gugur dalam tugasnya itu, namun
perlu investigasi agar akar masalahnya terang benderang, apa yang salah. Kalau
kita konsekwen memberantas judi, mari kita jadikan bandar judi sebagai musuh
dan harus ditindak, bukan dilindungi.
**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar