22 Maret 2025

Sulitnya Menggerebek Sabung Ayam

Tiga polisi tewas tertembak ketika menggerebek judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Peristiwa tragis itu terjadi Senin lalu. Mereka dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi karena gugur dalam tugas mulia: memberangus perjudian. Sementara dua anggota TNI Angkatan Darat menyerahkan diri setelah mengakui melakukan penembakan. Keduanya dikecam.

Kepala kepolisian dan panglima tentara langsung membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.  Kepala Penerangan Kodam Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar menyebutkan sudah dibentuk tim investigasi bersama kepolisian daerah Lampung agar kasus ini terbuka seterang-terangnya.

Seterang apakah yang akan dicari? Sabungan ayam adalah permainan tradisional yang sudah ada di abad-abad silam ketika kerajaan di Jawa bermunculan. Di awal-awalnya tak ada ayam yang sampai mati berkelahi di arena. Ayam yang kalah itu sebatas lari terbirit-birit.

Perkembangan selanjutnya di kaki ayam yang disabung dilumuri rempah-rempah warna putih yang disebut pamor. Setelah diadu ayam mana yang tubuhnya paling banyak lumuran pamor maka ayam itu dinyatakan kalah. Tak harus berlama-lama menunggu lari terbirit-birit.

Dalam perjalanan selanjutnya sabung ayam yang awalnya untuk merangsang penduduk beternak ayam, dimasuki unsur judi. Sistem taruhan pun dibuat yang detil. Juga tata cara menyabung yang begitu ribet disertai memelototi ayam mana yang banyak ada pamor-nya untuk disebut kalah. Belakangan jalan pintas pun dicari. Di kaki ayam dipasang pisau kecil yang sangat tajam yang disebut taji. Jadi, ayam yang kalah betul-betul bersimbah darah dan tak bisa lagi berdiri. Cara-cara menyabung ayam seperti inilah yang sekarang diwarisi.

Hampir di semua daerah sabungan ayam begitu populer. Di Bali di setiap desa ada arena sabungan ayam. Sabung ayam adalah perjudian resmi yang mendapat izin dari kepolisian untuk kegiatan amal atau mencari dana pembangunan desa. Tapi itu dulu. Setelah ada Undang-undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian sabungan ayam termasuk yang dilarang. Para pemuka agama menyambut baik larangan ini sambil memberi pencerahan bahwa judi itu perbuatan tercela dan mengadu hewan sampai mati adalah dosa. Melanggar ajaran ahimsa, tak boleh menyakiti makhluk lain. Arena sabung ayam pun berubah menjadi balai serba guna.

Apakah sabung ayam jadi hilang? Ternyata tidak. Seperti halnya di berbagai daerah lain, sabung ayam tetap marak di Bali, sabung ayam gelap yang disebut branangan. Sabung ayam liar ini berdasarkan undang-undang adalah pelanggaran pidana yang harus dibubarkan dan pelakunya bisa ditangkap.

Siapa yang berhak membubarkan? Ya polisi. Bahwa sabung ayam gelap itu tetap ada, tentu kita bisa bertanya ke pihak polisi. Apakah polisi tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Sudah jadi perbincangan umum bahwa polisi diduga pura-pura tidak tahu atau kata lain “ada main mata” dengan pengelola sabung ayam. Tentu ada imbalannya.

Sabung ayam gelap berunsur judian ini sangatlah mustahil untuk tidak diketahui oleh polisi setempat, dalam hal ini Kepolisian Sektor yang ada di Kecamatan. Seperti yang pernah dikatakan Made Mangku Pastika saat beliau menjadi Kapolda Bali, bagaimana mungkin polisi tak tahu. Sabung ayam itu kegiatan yang melibatkan banyak orang. Para penjudi berbondong-bondong datang, juga para pedagang dan peternak ayam, ditambah penonton nonjudi yang betul-betul butuh hiburan. Di era Mangku Pastika menjadi Kapolda (25 April 2003 – 11 Desember 2005} sabung ayam memang sepi di Bali.

Jadi, menggerebek judi sabung ayam seharusnya sangat mudah karena ini hajatan yang penuh keramaian. Beda dengan judi togel (toto gelap) apalagi judol (judi online) yang bisa dilakukan tersembunyi. Persoalannya adalah apakah para penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, mau serius menangkap para bandar judi itu. Atau justru menikmati setoran dari uang judi yang begitu berlimpah. Lebih aneh lagi aparat hukum justru menggerebek judian itu ketika setorannya macet atau dianggap terlalu kecil. Ini acap kali terjadi di hampir semua daerah meski pembuktiannya juga teegolong sulit.

Kasus di Lampung harus jadi kajian penting untuk memberantas judi sabung ayam di mana pun berada. Kita berduka untuk polisi yang gugur dalam tugasnya itu, namun perlu investigasi agar akar masalahnya terang benderang, apa yang salah. Kalau kita konsekwen memberantas judi, mari kita jadikan bandar judi sebagai musuh dan harus ditindak, bukan dilindungi.

** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar