01 Januari 2023

Turunnya Sang Bhuta Galungan

Hari ini, Minggu 1 Januari 2023, tentu saja adalah hari pertama di tahun yang baru. Namun saya tak lagi mengucapkan Selamat Tahun Baru, karena sudah disampaikan pada kesempatan yang lain. Hari ini saya mau mewacanakan tentang turunnya Sang Bhuta Tiga yang merupakan rangkaian parayaan Hari Suci Galungan.

Sang Bhuta Tiga adalah simbul-simbol dari sifat adharma. Ketiganya harus dilawan dan dikalahkan, karena itu pada hari Galungan kita disebut-sebut telah memenangkan dharma melawan adharma. Bukankah ucapan selamat hari Galungan selalu disebutkan dengan: “Semoga dharma menang melawan adharma”.

Lontar Sundari Gama menyebutkan, Sang Bhuta Tiga Galungan adalah simbul angkara atau nafsu buruk berupa keletehan. Dalam hubungan inilah Sundari-Gama mengajarkan agar pada hari ini umat mulai den prayitna anjekung jnana nirmala, lamakane den kasurupan. Hendaklah umat meneguhkan hati agar jangan sampai terpengaruh oleh bhuta-bhuta (keletehan-keletehan) hati tersebut.

Godaan adharma pertama yang datang pada hari Minggu ini dinamani Sang Bhuta  Galungan. Sang Bhuta ini adalah simbul dari nafsu buruk kita yang harus kita lawan. Melawan nafsu buruk masih tergolong ringan, karena itu cukup disembunyikan saja. Janganlah nafsu buruk dipamerkan. Leluhur kita di masa lalu menyebutnya hari ini sebagai penyekeban. Nyekeb atau sekeb berarti menyembunyikan atau menutupi diri dari segala nafsu-nafsu jahat. Itu perumpamaannya atau simbulnya. Supaya simbul itu bisa dilihat agar masyarakat punya ciri nyata untuk pemahaman ini, maklum beragama di masa lalu penuh dengan contoh-contoh yang bisa dilihat supaya gampang diajarkan, ada istilah nyekeb buah-buahan. Pisang, misalnya, yang belum matang disekeb hari ini. Leluhur kita di masa lalu memang hebat, selain menggunakan simbul juga ada contoh nyata yang diperlihatkan.

Mari kita “sekeb” nafsu buruk kita hari ini sebagai awal dari memasuki Wuku Dungulan yang juga disebut Wuku Galungan – di Jawa malah Wuku Galungan yang lebih dikenal. Kalau kita berhasil “menyekeb” nafsu buruk ini sehingga tidak kelihatan, maka kita siap untuk menanti Bhuta yang kedua, yang turun hari Senin besok. Bhuta apa namanya? Ya, besok saya wacanakan.

Salam rahayu.

#LenteraLerengBatukaru

#WacanaPopuler

#PasramanManikgeni


Tidak ada komentar:

Posting Komentar