19 Desember 2021

CariAngin KoranTempo - OMICRON DATANG

Omicron Omicron datang. Varian terbaru virus corona ini terdeteksi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atklet Jakarta pada seorang petugas kebersihan. Entah dari mana petugas kebersihan itu mendapatkan Omicron. Akan halnya yang di Manado, Sulawesi Utara, ditemukan pada tiga orang. Kalau ini rada jelas, mereka pekerja dari Cina yang datang ke Indonesia. Semuanya kini dalam pengawasan, sudah dikarantina.

 Selesai Menteri Kesehatan mewartakan masuknya Omicron ke tanah air, Presiden Joko Widodo langsung memberikan arahan. Ada empat poin yang disampaikan Presiden. Meminta masyarakat tidak panik. Mendorong semua pihak segera vaksinasi. Mewanti-wanti masyarakat memperketat disiplin protokol kesehatan. Melarang pejabat dan warga bepergian keluar negeri.

 Omicron datang di saat yang tepat. Jokowi sendiri mengawali arahannya dengan menyebutkan datangnya Omicron sebagai sesuatu yang tak terelakkan. Kini saatnya untuk memperketat protokol kesehatan. Masyarakat sudah bosan mengenakan masker, apalagi menjaga jarak dan mencuci tangan. Melandainya pandemi membuat eforia untuk berlaku lebih bebas. Pemerintah capek membuat aturan untuk membatasi kegiatan masyarakat yang selalu diacuhkan. Cuti bersama Natal dan Tahun Baru sudah dicabut. Sampai ada imbauan agar pembagian rapor di sekolah diundur ke bulan Januari agar anak-anak tetap sekolah. Tapi tetap saja rapor dibagikan sesuai jadwal sebelum Natal. Orang tetap akan berlibur dan merayakan  Natal mau pun Tahun Baru. Seminggu sebelum Natal rata-rata 20 ribu lebih orang datang ke Bali setiap hari.

 Bepergian ke luar negeri? Yang punya uang dan merasa bosan di negeri sendiri, tetap saja pergi. Ancaman akan dikarantina jika pulang tak menyurutkan langkah itu. Masih yakin ada “mafia karantina” yang bisa meloloskannya. Bahkan yang sudah mencicipi karantina satu dua hari bisa kabur seperti selebgram Rachel Vennya dan kekasihnya. Mereka kabur setelah membayar Rp 40 juta kepada “sang penolong”. Mahal betul menyuap padahal karantina di hotel bintang lima tak habis separuhnya.

 Karantina itu sangat menyiksa bagi kalangan yang terbiasa bebas. Makanya janganlah ke luar negeri. Tapi bagi musisi Ahmad Dhani beserta istri dan anaknya, karantina itu bukan masalah. Mereka tenang saja jalan-jalan ke Turki dan pulangnya tak perlu karantina yang ditetapkan aturan Satgas Covid-19. Karena istrinya, Mulan Jameela, adalah orang terhormat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil rakyat bisa dikarantina mandiri di rumah sepulang dari tugas negara. Itu pembelaan Sekjen DPR. Cuma kita tak diberitahu, tugas negara seberat apa yang dilakukan Mulan ke Turki, sampai-sampai perlu dikawal suami dan anaknya. Apakah kalau Mulan tak melakukan tugas itu, negeri ini langsung bangkrut? Penjelasan Sekjen DPR kurang lengkap, termasuk apakah karantina mandiri itu bisa juga diberikan kepada suami/istri, anak, nenek-kakek anggota DPR.

 Memang, peraturan di sekitar penanganan pandemi suka berubah-ubah. Ini membawa kecurigaan ada kepentingan tersembunyi di antara para pejabat. Entah itu mencari panggung menjelang 2024 atau cuma sekadar urusan bisnis keluarga. Berubah-ubahnya aturan ini membuat masyarakat bertanya, seberapa gawat pandemi ini? Soal karantina, misalnya, bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa itu penting, jika ada mafia dan diskriminasi? Apalagi lamanya10 hari dan tak jelas kaitannya dengan penularan virus jika segala tes sudah diperketat. Itu yang membuat komponen pariwisata di Bali sampai merancang demo besar menolak karantina.

 Kini Omicron datang pada saat yang tepat. Varian ini setidaknya bisa dipakai pengingat dan menakut-nakuti: mau keadaan lebih buruk lagi? Lalu Jokowi mengajak: pakai masker, ayo divaksin, jangan ke luar negeri.

** Putu Setia/Mpu Jaya Prema

(Koran Tempo 19 Desember 2021)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar