Surat keputusan memilih Andika Perkasa itu pastilah
membutuhkan tanda tangan basah. Itu berarti Jokowi sudah menandatangani surat
sebelum berangkat ke luar negeri. Tapi kenapa diumumkan pada hari Rabu, saat
Jokowi di luar negeri? Teka teki ini yang luput dari pemberitaan. Hari Rabu itu
adalah Rabu Pon.
Jenderal Andika sudah menjalani uji kelayakan di DPR.
Senin besok rencananya DPR akan memberi persetujuan dalam rapat paripurna.
Barangkali tak menunggu waktu lama Panglima TNI yang baru segera dilantik.
Entahlah kalau dilantik pada hari Rabu yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Rabu Pon adalah weton Jokowi yang lahir pada 21
Juni 1961. Dalam kitab-kitab primbon warisan budaya Jawa – yang kini banyak dilestarikan
di Bali – lahir di hari Rabu Pon dan Rabu Pahing lebih baik dibanding hari-hari
lainnya. Memang tidak ada hari yang jelek, namun yang lahir Rabu Pon diyakini memiliki pikiran yang kuat, pekerja keras, disiplin, dan
bertanggung jawab pada tugas. Sifat itu bisa ditularkan kepada siapa pun yang
akan diajak bekerja sama. Ibaratnya frekuensi akan cepat tersambung. Barangkali
Jokowi percaya itu sehingga orang-orang yang akan membantu tugasnya “dilahirkan”
pada weton yang sama.
Ataukah semua ini karena kebetulan? Tak
usah terlalu serius, tapi mari kita telisik. Langkah-langkah Jokowi dalam
“melahirkan” orang kepercayaannya, hampir selalu pada hari Rabu. Bahkan tepat
pada Rabu Pon.
Dilantik pada 20 Oktober 2014, Jokowi melakukan
perombakan kabinet secara besar pada Rabu Pon 12 Agustus 2015. Enam menteri
diganti, tiga di antaranya menteri kordinator. Hampir setahun kemudian, 27 Juli 2016, kabinet dirombak lagi. Ada 13 menteri yang
diganti. Itu juga Rabu Pon.
Kabinet kembali dibongkar pasang pada 17 Januari 2018. Lalu menyusul hanya mengganti satu menteri
pada 15 Agustus tahun yang sama. Dua perombakan kecil ini harinya Rabu Pahing.
Perombakan terakhir pada 23 Desember 2020, Jokowi mengganti 6 menteri. Hari itu adalah Rabu Pon. Andai semua itu kebetulan
belaka, kenapa pula mengumumkan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI tak
menunggu ia pulang dari luar negeri, atau diumumkan sebelum berangkat ke luar
negeri.
Kini isu perombakan
kabinet berembus lagi untuk memberi jatah menteri kepada PAN. Apakah Jokowi
akan memilih harinya pada Rabu Pon 8 Desember nanti? Atau lebih cepat pada 17
November pada Rabu Pahing? Coba tanya pada rumput yang bergoyang. Yang pasti
hajatan kenegaraan yang besar seperti pemilu dan pilpres 2024, pencoblosannya
selalu dirancang hari Rabu. Pemerintah mengusulkan 15 Mei 2024, itu adalah Rabu
Pahing. KPU menjadwalkan pada 21 Februari, pas Rabu Pon.
Catatan ini hanya
sebagai selingan di tengah hiruk pikuk deklarasi calon presiden yang terlalu
dini. Juga agar kita tak capek memikirkan berapa keuntungan pejabat yang
menangani Covid-19 dari bisnis tes PCR. Urusan Rabu Pon juga bukan masalah
klenik, ini sekadar warisan ilmu para leluhur kita. Intinya, selalu ada upaya
untuk berniat baik dan di dalamnya terkandung doa untuk mendapatkah berkah. Bahwa
usaha itu akhirnya tidak juga mulus, maka ada pepatah: manusia merencanakan
Tuhan yang menentukan. Nyatanya, para menteri yang dipilih Jokowi pada Rabu Pon
atau Rabu Pahing, tak semuanya memegang amanah. Tetap saja ada yang korup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar