07 November 2021

CariAngin KoranTempo - RABU PON

Presiden Joko Widodo sedang berada di luar negeri ketika Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyerahkan surat keputusan presiden soal siapa yang dipilih menjadi Panglima TNI. Ketua DPR Puan Maharani langsung membaca surat itu. Panglima TNI yang dipilih untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto adalah Jenderal Andika Perkasa, yang kini menjabat kepala staf angkatan darat. Teka teki pun sudah terjawab siapa pilihan Jokowi apakah KSAD atau KSAL.

Surat keputusan memilih Andika Perkasa itu pastilah membutuhkan tanda tangan basah. Itu berarti Jokowi sudah menandatangani surat sebelum berangkat ke luar negeri. Tapi kenapa diumumkan pada hari Rabu, saat Jokowi di luar negeri? Teka teki ini yang luput dari pemberitaan. Hari Rabu itu adalah Rabu Pon.

Jenderal Andika sudah menjalani uji kelayakan di DPR. Senin besok rencananya DPR akan memberi persetujuan dalam rapat paripurna. Barangkali tak menunggu waktu lama Panglima TNI yang baru segera dilantik. Entahlah kalau dilantik pada hari Rabu yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Rabu Pon adalah weton Jokowi yang lahir pada 21 Juni 1961. Dalam kitab-kitab primbon warisan budaya Jawa – yang kini banyak dilestarikan di Bali – lahir di hari Rabu Pon dan Rabu Pahing lebih baik dibanding hari-hari lainnya. Memang tidak ada hari yang jelek, namun yang lahir Rabu Pon diyakini memiliki pikiran yang kuat, pekerja keras, disiplin, dan bertanggung jawab pada tugas. Sifat itu bisa ditularkan kepada siapa pun yang akan diajak bekerja sama. Ibaratnya frekuensi akan cepat tersambung. Barangkali Jokowi percaya itu sehingga orang-orang yang akan membantu tugasnya “dilahirkan” pada weton yang sama.

Ataukah semua ini karena kebetulan? Tak usah terlalu serius, tapi mari kita telisik. Langkah-langkah Jokowi dalam “melahirkan” orang kepercayaannya, hampir selalu pada hari Rabu. Bahkan tepat pada Rabu Pon.

Dilantik pada 20 Oktober 2014, Jokowi melakukan perombakan kabinet secara besar pada Rabu Pon 12 Agustus 2015. Enam menteri diganti, tiga di antaranya menteri kordinator. Hampir setahun kemudian, 27 Juli 2016, kabinet dirombak lagi. Ada 13 menteri yang diganti. Itu juga Rabu Pon.

Kabinet kembali dibongkar pasang pada 17 Januari 2018. Lalu menyusul hanya mengganti satu menteri pada 15 Agustus tahun yang sama. Dua perombakan kecil ini harinya Rabu Pahing. Perombakan terakhir pada 23 Desember 2020, Jokowi mengganti 6 menteri. Hari itu adalah Rabu Pon. Andai semua itu kebetulan belaka, kenapa pula mengumumkan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI tak menunggu ia pulang dari luar negeri, atau diumumkan sebelum berangkat ke luar negeri.

Kini isu perombakan kabinet berembus lagi untuk memberi jatah menteri kepada PAN. Apakah Jokowi akan memilih harinya pada Rabu Pon 8 Desember nanti? Atau lebih cepat pada 17 November pada Rabu Pahing? Coba tanya pada rumput yang bergoyang. Yang pasti hajatan kenegaraan yang besar seperti pemilu dan pilpres 2024, pencoblosannya selalu dirancang hari Rabu. Pemerintah mengusulkan 15 Mei 2024, itu adalah Rabu Pahing. KPU menjadwalkan pada 21 Februari, pas Rabu Pon.

Catatan ini hanya sebagai selingan di tengah hiruk pikuk deklarasi calon presiden yang terlalu dini. Juga agar kita tak capek memikirkan berapa keuntungan pejabat yang menangani Covid-19 dari bisnis tes PCR. Urusan Rabu Pon juga bukan masalah klenik, ini sekadar warisan ilmu para leluhur kita. Intinya, selalu ada upaya untuk berniat baik dan di dalamnya terkandung doa untuk mendapatkah berkah. Bahwa usaha itu akhirnya tidak juga mulus, maka ada pepatah: manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Nyatanya, para menteri yang dipilih Jokowi pada Rabu Pon atau Rabu Pahing, tak semuanya memegang amanah. Tetap saja ada yang korup.

**Putu Setia/Mpu Jaya Prema
(Koran Tempo 7 November 2021)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar