06 Oktober 2021

Bhagawad Gita Bab III Sloka 35 - Bekerjalah Sesuai Kewajiban

Ini Bhagawad Gita Percakapan ke III sloka 35. Tentang bekerja yang professional, bekerja sesuai dengan bidang yang kita tekuni. Ini tentu penting agar kita mengerjakan sesuatu tanpa ada unsur keterpaksaan, semua pekerjaan kita kerjakan dengan hati yang senang. Bunyi sloka itu:

 Sreyan sva-dharmo vigunah, para-dharmat sva-nusthitat, sva-dharme nidhanam sreyah, para-dharma bhayavahah.

 Saya ambil terjemahan dari BG himpunan almarhum Nyoman S Pendit. Begini terjemahannya: “Lebih baik mengerjakan kewajiban atau pekerjaan sendiri, walau tiada sempurna, daripada melakukan pekerjaan orang lain, walau pun dengan baik. Lebih baik mati dalam tugas sendiri dari pada dalam kewajiban orang lain yang sangat berbahaya.”

Sloka ini lahir sebagai nasehat Krishna kepada Arjuna yang tidak mau berperang di medan laga. Padahal Arjuna memilih profesi kesatria yang tugasnya memang membela negara dan siap menghadapi musuh dalam peperangan. Arjuna justru berniat sebagai sanyasin, seorang pertapa yang kebutuhan hidupnya kemudian dengan cara pemberian sedekah orang. Tentu menjadi sanyasin itu boleh saja, tetapi haruslah mantap dalam garis kehidupan itu, bukan mengerjakan pekerjaan sebagai sanyasin sementara pilihan swadharmanya adalah kesatria. Ini rancu.

Selain sebagai pilihan, kewajiban seseorang harus sesuai dengan kemampuan dan semuanya itu melalui proses latihan termasuk pendidikan. Adalah sangat berbahaya mengerjakan pekerjaan orang lain yang tidak kita kuasai dan tidak kita pahami bagaimana cara mengerjakannya. Kalau pun itu kita paksakan juga sangatlah tidak menguntungkan karena pemaksaan dalam menjalankan swadharma tidak baik. Seorang petani akan sangat berbahaya kalau secara tiba-tiba mengerjakan pekerjaan sebagai nelayan di laut lepas. Ia bisa digulung gelombang. Demikian halnya nelayan akan tak menguasai medan jika melakukan pekerjaan sebagai pemburu di hutan. Seorang brahmana pun akan tak berhasil melaksanakan tugas sebagai waisya atau pun kesatria. Dan tentu tidak mungkin seorang waisya mengerjakan tugas seorang brahmana. Kalau orang itu ingin meningkatkan swadharmanya beralih dari waisya menjadi brahmana maka lakukan proses pembelajaran. Itu inti yang mau disampaikan Krishna lewat sloka ini.

Lewat ajaran Bhagawad Gita umat Hindu diperkenalkan sistem kerja yang bersifat profesional. Bekerja harus sesuai dengan profesinya. Banyak hal yang kini rancu. Seorang guru yang menempuh pendidikan formal bertahun-tahun malah bekerja di pabrik es, misalnya. Sarjana ekonomi bekerja di perkebunan. Insinyur pertanian bekerja di bank. Ini tentu bukan kehendaknya, tetapi karena dipaksa oleh keadaan. Lowongan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya sulit ada, sementara kebutuhan hidup tak bisa ditunda-tunda.

Ini adalah cermin masyarakat yang tidak normal sementara ajaran dalam Bhagawad Gita untuk mewujudkan masyarakat yang ideal.

Sekarang kerancuan begini meraja lela, juga disebabkan oleh ego manusia yang tinggi seolah-olah semua hal bisa dikerjakan seseorang. Pensiunan militer tiba-tiba kepingin menjadi tokoh agama dan ingin memimpin majelis agama, padahal tanpa melewati proses pendidikan dan jam terbang yang cukup dalam memahami agama. Mari kita mengukur diri kita sendiri, apa kita sanggup mengerjakan pekerjaan yang sesungguhnya harus dikerjakan orang lain. Apa kita tidak berbahaya mengerjakan hal itu.

Rahayu.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar