Dunia animasi di Bali bukan hal baru. Produk2 animasi Bali sudah merambah ke luar negeri yg dibuat oleh animator2 Bali yg piawai. Tetapi kenapa karya film animasi Bali tak dikenal dunia? Padahal di Bali gudangnya: ada orang2 bertalenta tinggi, ada alam yg indah, ada cerita rakyat yg luar biasa banyaknya untuk diangkat ke layar animasi.
Untuk itu kami bertemu. Saya bersama Iwan Piliang bertemu animator Bali ternama, Agung Oka, Agung Sanjaya, dan Dr. dr. Maryoto Subekti di Warung Liligundi, Senin 22/3. Kami bicara panjang lebar tentang bagaimana memperkenalkan animasi Bali ke tingkat dunia. "Bali pantas dapat Oscar untuk film animasi" kata Iwan Piliang optimistis.
Mereka sepakat akan memproduksi film animasi layar lebar dengan durasi 90 menit. Ini proyek luar biasa, membutuhkan puluhan ribu gambar animasi. Pekerjaan berbulan2. Ceritanya adaptasi cerita rakyat yg dikemas secara moderen dengan sentuhan adat dan agama Hindu. Judulnya (sementara, tapi 90 % oke), Santi, The Power of Heart. Kisah anak jelang remaja bernama Santi, 15 th, yg hilang disembunyikan memedi (wong gamang) ketika bermain di hutan bambu. Kakaknya, Putu 17 tahun, bingung mencari bersama temannya Moyo. Lalu ada tokoh tetua adat, Pekak Jro Dukuh, yg penuh dgn nasehat2 tapi rada angkuh.
![]() |
| Dari Kiri: Mpu Jaya Prema, Iwan Piliang, Agung Oka, Agung Sanjaya, Maryoto Subekti |
Kisah ini penuh dgn muatan kasih sayang, lelucon khas Bali pedesaan, seni tradisi Bali dan tentu sedikit pesan agama. Nuansanya alam Bali yg indah, sawah, hutan bambu, sungai, yg mungkin kini tak ada lagi. Ilustrasi musik jegog, rindik yg serba bambu....
Dalam seminggu dua minggu, astungkara, triler film animasi berdurasi 3 menit ini akan rampung sebagai bahan proposal menghimpun dana. Konsep sudah matang, semua dikerjakan di Bali oleh animator Bali.
![]() |
| Sedang memperhatikan sinopsis cerita |
Proyek ini juga akan membangkitkan ekonomi Bali di jalur ekonomi kreatif. Bali jangan sepenuhnya tergantung pariwisata yg belum tentu pulih dalam 4 tahun ke depan ini. Saat ini ada lebih dari 100 animator Bali yg harus dilibatkan dlm ekonomi kreatif ini. Pusat kursus animasi malah sudah ada di Diklat Perindustrian Tohpati. Proyek film animasi juga bisa dikerjakan dari rumah, sesuai anjuran di masa pandemi.
Mari dukung. Minimal mari ikut didoakan. Matur suksma.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar