04 Juni 2017

Tembang Saat Ritual Mecolong

Mecolong adalah ritual usia anak tiga bulan versi wariga Bali atau 105 hari. Ada upacara melingkari lesung (lambang kehidupan) dengan berbagai sesajen.

Ibu sang bayi mula-mula menggendong "anak-anakan", yaitu sebuah simbol anak dibuat dari hati  pisang (pusuh dalam bahasa Bali). Sedangkan sang jabang bayi digendong oleh keluarga yang lain. Nah, agar ritual lebih berkesan dan tradisi terus dijaga, maka ada yang menembangkan pupuh Pucung di bawah ini. Sesuaikan kata-katanya, jika bayi itu perempuan sebut "ayu", jika lelaki sebut "bagus".

"PUPUH PUCUNG"
(Anggen mecolong ngilehin lesung)

* Bibi anu, lamun payu luas manjus / Antenge tekekang/
Yatnain ngabe mesui / Tiyuk puntul / Bawang anggon pesikepan.

* Anak liu  bencana di marga agung / Bajang ulu bukal /
Mangisep nyonyo ngulanting / Mangetekul / Krana tan pesu hempehan.

*Bibi anu wenten pangguh cening bagus (Ayu) / Dije pianak titiyang /
Niki ada timun alit / Aduh Ibu / Niki boya pianak titiyang.

* Niki pusuh, niki taler pianak taluh / Niki batu bulitan /
Bajang colong naruwenin / Uduh ratu / Nike pianak titiang manusa.

(lalu diadakan tanya jawab dan memindahkan sang anak. Kini sang ibu menggendong anaknya yang benar. Si ibu terus menyanyi)

* Cening Bagus (Ayu), ajak jumah metapa lacur / Sayang meme bapa /
Madak ada suecan widhi / Tutug tuwuh / Ngantos matungked bungbungan.

Catatan:
= Sebaiknya yang menembang sang ibu. Tetapi kalau tak bisa, orang lain juga bisa.
= Upacara Tiga Bulanan Mecolong bisa diklik di Daftar Isi: PUJA Manusa Yadnya.

1 komentar: