Kalau kebocoran ini, apakah serius atau bercanda? Yakni bocornya soal-soal tes kebangsaan yang membuat 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi tidak lulus menjadi ASN. Kasusnya jelas serius karena ini sebuah rekayasa untuk menggusur pemberantas korupsi yang konon berintegritas. Juga menyangkut pelemahan KPK yang terstruktur. Tapi kalau mau disebut bercanda tak ada salahnya. Karena Presiden Joko Widodo jelas menyebutkan agar tes itu tidak dipergunakan sebagai pemutus hubungan kerja. Sementara Badan Kepegawaian Negara (BKN) menganggap arahan Presiden Jokowi sudah dilaksanakan dengan hasil 24 orang bisa dibina dan 51 lainnya sudah “merah”. Yang bisa dibina akan dites ulang dan yang “merah” tetap dipecat. BKN memposisikan badannya jauh di atas Presiden – bahkan setara Tuhan – karena tahu siapa yang bisa dibina dan siapa yang tidak. Ini jelas BKN bercanda dengan karier orang.
Sudahlah, mari kita menghibur diri dengan
kebocoran yang full guyonan. Soal Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Kader
PDI Perjuangan itu tidak diundang untuk konsolidasi partai di kotanya sendiri
karena dianggap aktif di media sosial. Ganjar sudah aktif di media sosial sejak
dulu. Di Twitter, misalnya, apa pun keluhan orang menyangkut Jawa Tengah segera
dia tanggapi. Caranya membalas khas Ganjar, guyon dan terbuka. Bahwa orang
kemudian suka Ganjar Pranowo, ya, masuk akal. Dan ketika sejumlah lembaga
survey membocorkan kepopuleran Ganjar jauh di atas Puan Maharani, maka gusarlah
petinggi PDI Perjuangan. Maklum, Puan adalah pewaris kepemimpinan partai itu,
yang berarti peluangnya menjadi calon presiden pada 2024 terbuka lebar. Pilpres
itu adalah rakyat memilih presiden yang sudah ditentukan oleh partai. Dan calon
dari partai ditunjuk oleh ketua umum partai itu.
Ganjar diberi ganjaran. Ia santai saja. Ia justru makan mi instan yang diunggahnya di medsos dengan narasi: “ingat masa kost, satu kurang, dua berlebih”. Lalu orang heboh mencari makna dari makan mi yang berwarna kuning tanpa saos merah itu. Ganjar melepaskan partai merah dan cari dukungan ke partai kuning? Ganjar baru sadar kost di partai? Orang sibuk menganalisa. Padahal ribuan orang makan mi instan, tak ada yang bocorin isi primbon tentang mi.
(Koran Tempo 30 Mei 2021)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar