30 September 2018

Mewujudkan Harmoni dalam Hidup


Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda

HIDUP yang harmoni adalah tujuan dari setiap manusia yang ada di dunia ini. Tak ada cita-cita dalam kehidupan ini kita hidup penuh dengan percekcokan, apalagi peperangan. Begitu pula tak ada keinginan dalam hidup ini kita selalu dilanda bencana alam. Dalam ajaran Hindu kehidupan yang harmoni itu tersirat dalam ajaran Tri Hita Karana, tiga jenis keharmonisan, harmonis sesama manusia, harmonis bersama alam, dan harmonis dalam hubungan dengan Sang Pencipta.


Lalu bagaimana kita melangkah agar mendapatkan harmoni dalam hidup ini? Dalam kitab Bhagawadgita III.10 disebutkan bahwa yadnya yang menjadi dasar hubungan antara manusia (praja) dengan Tuhan Yang Maha Esa (prajapati), dan dengan alam (kamadhuk). Dasarnya adalah wujud bhakti yang tulus penuh kasih sayang. Sloka itu berbunyi: saha-yajnah prajah srstva, purovaca prajapatih, anena prasavis yadhvam, esa vo’stv ista-kama-dhuk.

Konsep ini yang mengharmoni­skan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama manusia (pawongan) dan manusia dengan lingkungan (palemahan) sebagaimana yang dirinci dalam Tri Hita Karana. Harmonisasi hubungan ini hanya mampu dipelihara melalui pelaksanaan yadnya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bila kita ingin sejahtera dan bahagia, maka lakukanlah yadnya sebagai bentuk dari kewajiban (swad­harma) menuju bhutahita dan jagadhita.

Keharmonisan hidup ini sejalan dengan apa yang diuraikan dalam kitab Sarasamuccaya sloka 135. Sloka ini menganjurkan agar untuk mendapatkan kehidupan yang sejahtra haruslah tetap menjaga terpeliharanya keharmonisan dengan alam semesta. Dengan kata lain, bila kita ingin mewujudkan kebahagiaan dalam hidup ini, maka kita wajib mensejahterakan alam dan isinya terlebih dahulu.

Bagaimana cara mensejahtrakan alam semesta itu? Lakukan yadnya sebagaimana yang sudah diuraikan dalam Panca Yadnya, khususnya upacara Bhuta Yadnya. Di sinilah manusia dan alam saling bersinergi. Melalui pelaksanaan Bhuta Yadnya dari yang terkecil seperti masaiban, masegeh sampai yang lebih besar seperti macaru, tawur dan seterusnya. Semua yadnya ini bertujuan mewu­judkan Bhutahita.

Dalam Lontar Puraṇa Bali disebutkan bahwa untuk mewujud­kan Bhutahita dan Jagadhita perlu berpegang pada Sad Kerthi sebagai aktualisasi konsep Tri Hita Karana. Sad Kerthi itu terdiri dari Atma Kerthi, Samudra Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi, Jagat Kerthi, dan Jana Kerthi. Penerapan Sad Kerthi penting dilaksanakan sebagai upaya untuk mendapatkan keharmonisan hidup menuju kesejahtraan. Ini adalah jalan mewujudkan harmonisasi kehidupan menuju Bhutahita dan Jagahita.


Apa penjelasan dari keenam kerthi itu? Yang pertama, Atma Kerthi, yaitu melakukan pelestar­ian dan menyucikan Sang Hyang Atma dari belenggu Tri Guna dengan melindungi, memelihara dan mem­fungsikan berbagai kawasan dan kegiatan suci sebagai sarana untuk menyucikan diri (Atman). Yang kedua, Samudra Kerthi, yaitu menjaga kelestarian laut dengan pantainya sebagai tempat melaksanakan upacara penyucian dan peleburan seperti melasti, mulang pakelem dan juga menghanyutkan abu jenazah dalam kaitan dengan Pitra Yadnya. Yang ketiga, Wana Kerthi, yaitu melestarikan dan menjaga kelestarian hutan baik secara niskala melalui ritual seperti Tumpek Wariga mau pun secara phisik dengan menjaga pepohonan yang ada. Yang keempat, Danu Kerthi, yaitu menjaga kelestarian sumber-sumber air tawar di daratan seperti mata air danau, sungai dengan melaksanakan upacara seperti pakelem. Yang kelima, Jagat Kerthi, yaitu melestarikan keharmonisan sosial di masyarakat dengan tujuan mewujudkan masyarakat Jagadhita,  hidup aman, makmur dan damai. Yang keenam, Jana Kerthi, yaitu membangun kualitas manusia baik jasmani, kecerdasan pikiran mau pun kesadaran budhinya.

Kalau saja Sad Kerthi mampu diwujudkan dalam hidup ini pasti harmoni kehidupan akan terwujud. Kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang secara vertikal sesama umat manusia dan hori­zontal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harmoni yang berlandaskan konsep fi­losofi Tri Hita Karana ini akan mengantarkan kita menuju pada Bhutahita dan Jagadhita. Alam yang lestari, kehidupan yang damai dan hubungan harmonis sesama manusia. Itulah dambaan dalam hidup ini. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar