DALAM situasi saat ini menarik untuk membicarakan Bhagawad Gita Bab VII sloka 16. Sloka ini menyebutkan ada empat golongan manusia atau bhakta yang memuja Tuhan. Tentu yang dimaksudkan golongan ini adalah kriteria dari sifat-sifat yang ada di dalam diri manusia, bukan golongan yang disebabkan oleh kelahiran, keturunan dan sebagainya.
Sloka itu berbunyi: catur-vidha bhajante mam, janah sukrtino
‘rjuna, arto jijnasur artharthi, jnani ca bharatarsabha. Terjemahan
bebasnya: Ada empat golongan manusia beriman (orang-orang yang saleh) yang
memuja Ku: yakni orang yang sedang mengalami
kesulitan atau menderita, orang yang ingin
mempelajari ilmu pengetahuan atau
ingin serba tahu, orang yang menginginkan harta-benda dan orang-orang yang bijaksana atau terpelajar.
Ke empat golongan pemuja Tuhan ini tidak ada yang buruk. Semuanya baik dan sebagai pemuja tentu saja semuanya punya tujuan tertentu yang disesuaikan dengan posisi dirinya. Yang membatasinya sehingga disebut berbeda antara golongan yang satu dengan yang lain adalah cara mereka memohon sesuatu kepada Tuhan.
Golongan pertama disebut para artha bhakta. Mereka ini hidupnya
sedang menderita, mungkin sakit atau ada keluarganya sakit, mungkin mengalami
kesulitan hidup secara ekonomi atau masalah lain yang membuat mereka dalam
penderitaan. Apa yang mereka mohonkan dalam pemujaan itu? Tiada lain adalah
terbebasnya ia dari belenggu penderitaan. Yang sakit disembuhkan, yang
menderita secara ekonomi diberikan kemudahan rejeki. Ya terbatas pada masalah
itu. Sangat sederhana sesungguhnya.
Yang kedua adalah para jijnasu bhakta. Mereka memuja Tuhan dengan suatu kesadaran tersendiri untuk mendapatkan penerangan Ilahi. Mereka
bukanlah orang-orang yang sedang menderita. Mereka tidak bermasalah dalam harta
benda dan hidupnya berkecukupan. Disebut berkecukupan karena golongan ini
selalu mensyukuri apa yang mereka dapatkan, tak ingin sesuatu yang berlebihan.
Mereka memuja Tuhan sebagai Sang Guru Sejati, selalu ingin mendapatkan ilmu
pengetahuan dan tentu saja memuja tanpa henti-hentinya di setiap saat.
Yang ketiga disebut para artha-arthi bhakta. Mereka ini memuja Tuhan untuk memohon kesuksesan. Apakah itu sukses dalam bidang pekerjaan untuk mendapatkan harta benda yang selalu lebih dari yang sudah didapat. Sukses dalam karier sehingga jabatannya terus menanjak. Sukses dalam pendidikan dan sukses-sukses yang lain. Tidak ada yang salah dengan mereka karena sukses yang mereka dambakan tidak dengan mengorbankan orang lain.
Yang keempat adalah para jnani bhakta. Mereka bisa disebut sebagai pemuja yang bijaksana. Mereka sudah melupakan ego duniawinya, dan yang mereka miliki hanyalah memuja Tuhan dangan segala ketulusannya. Bhakta golongan ini telah meresap ke dalam Tuhan Yang Maha Esa dan mereka bertindak sesuai dengan apa yang telah diajarkan Tuhan lewat kitab-kitab suci. Bagi mereka dunia ini adalah manifestasi dari Tuhan dalam bentuk alam semesta beserta segala isinya. Orang-orang yang bijaksana seperti ini merasakan anugrah Tuhan dalam air yang mereka minum, melihat Tuhan dalam cahaya yang mereka pandang, apakah itu cahaya bulan dengan bintang-bintang di malam hari atau cahaya matahari di siang hari.
Di manakah posisi kita
saat ini? Tentu saja bisa berbeda-beda. Ada kalanya kita bisa bertukar posisi
dalam perjalanan hidup ini. Suatu saat kita sudah sukses di dalam pekerjaan dan
meski pun kehidupan kita tidak lagi kekurangan, tetapi tiba-tiba kita bisa
sakit. Maka kita seolah-olah “berpindah golongan” dan melakukan pemujaan dengan
harapan disembuhkan dari penyakit. Bukan lagi mengharap kesuksesan yang lain
sebagai tujuan utama.
Namun, tentu saja dari
keempat golongan itu ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah jika
dikaitkan dengan kemaha-esaan Tuhan sebagai Yang Maha Adil. Nah, pada sloka 17
Bhagawad Gita Bab VII disebutkan bahwa: “Di antara
mereka (golongan) ini, ia yang bijaksana (jnani), yang hidup dalam
suatu kesatuan yang konstan dengan Yang Maha Suci, yang dedikasinya terpusat ke
satu arah (yaitu Tuhan), adalah yang terbaik.
Jadi, golongan keempat
yang dianggap pemuja yang terbaik karena mereka bebas dari pamerih, sementara
ketiga golongan lainnya masih mengharap sesuatu dalam permohonannya. Tentu
tidak mudah menjadi golongan ke empat itu, tetapi itulah tujuan hidup yang
harus kita cita-citakan.
(Ida Pandita Mpu Jaya
Prema Ananda - 24 Desember 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar