25 Desember 2016

Empat Golongan Pemuja Tuhan


DALAM situasi saat ini menarik untuk membicarakan Bhagawad Gita Bab VII sloka 16. Sloka ini menyebutkan ada empat golongan manusia atau bhakta yang memuja Tuhan. Tentu yang dimaksudkan golongan ini adalah kriteria dari sifat-sifat yang ada di dalam diri manusia, bukan golongan yang disebabkan oleh kelahiran, keturunan dan sebagainya.
 Sloka itu berbunyi: catur-vidha bhajante mam, janah sukrtino ‘rjuna, arto jijnasur artharthi, jnani ca bharatarsabha. Terjemahan bebasnya: Ada empat golongan manusia beriman (orang-orang yang saleh) yang memuja Ku: yakni orang yang sedang mengalami kesulitan atau menderita, orang yang ingin mempelajari ilmu pengetahuan atau ingin serba tahu, orang yang menginginkan harta-benda dan orang-orang yang bijaksana atau terpelajar.

Ke empat golongan pemuja Tuhan ini tidak ada yang buruk. Semuanya baik dan sebagai pemuja tentu saja semuanya punya tujuan tertentu yang disesuaikan dengan posisi dirinya. Yang membatasinya sehingga disebut berbeda antara golongan yang satu dengan yang lain adalah cara mereka memohon sesuatu kepada Tuhan.


Golongan pertama disebut para artha bhakta. Mereka ini hidupnya sedang menderita, mungkin sakit atau ada keluarganya sakit, mungkin mengalami kesulitan hidup secara ekonomi atau masalah lain yang membuat mereka dalam penderitaan. Apa yang mereka mohonkan dalam pemujaan itu? Tiada lain adalah terbebasnya ia dari belenggu penderitaan. Yang sakit disembuhkan, yang menderita secara ekonomi diberikan kemudahan rejeki. Ya terbatas pada masalah itu. Sangat sederhana sesungguhnya.

Yang kedua adalah para jijnasu bhakta. Mereka memuja Tuhan dengan suatu kesadaran tersendiri untuk mendapatkan penerangan Ilahi. Mereka bukanlah orang-orang yang sedang menderita. Mereka tidak bermasalah dalam harta benda dan hidupnya berkecukupan. Disebut berkecukupan karena golongan ini selalu mensyukuri apa yang mereka dapatkan, tak ingin sesuatu yang berlebihan. Mereka memuja Tuhan sebagai Sang Guru Sejati, selalu ingin mendapatkan ilmu pengetahuan dan tentu saja memuja tanpa henti-hentinya di setiap saat.

Yang ketiga disebut para artha-arthi bhakta. Mereka ini memuja Tuhan untuk memohon kesuksesan. Apakah itu sukses dalam bidang pekerjaan untuk mendapatkan harta benda yang selalu lebih dari yang sudah didapat. Sukses dalam karier sehingga jabatannya terus menanjak. Sukses dalam pendidikan dan sukses-sukses yang lain. Tidak ada yang salah dengan mereka karena sukses yang mereka dambakan tidak dengan mengorbankan orang lain.

Yang keempat adalah para jnani bhakta. Mereka bisa disebut sebagai pemuja yang bijaksana. Mereka sudah melupakan ego duniawinya, dan yang mereka miliki hanyalah memuja Tuhan dangan segala ketulusannya. Bhakta golongan  ini telah meresap ke dalam Tuhan Yang Maha Esa dan mereka bertindak sesuai dengan apa yang telah diajarkan Tuhan lewat kitab-kitab suci. Bagi mereka dunia ini adalah manifestasi dari Tuhan dalam bentuk alam semesta beserta segala isinya. Orang-orang yang bijaksana seperti ini merasakan anugrah Tuhan dalam air yang mereka minum, melihat Tuhan dalam cahaya yang mereka pandang, apakah itu cahaya bulan dengan bintang-bintang di malam hari atau cahaya matahari di siang hari.

Di manakah posisi kita saat ini? Tentu saja bisa berbeda-beda. Ada kalanya kita bisa bertukar posisi dalam perjalanan hidup ini. Suatu saat kita sudah sukses di dalam pekerjaan dan meski pun kehidupan kita tidak lagi kekurangan, tetapi tiba-tiba kita bisa sakit. Maka kita seolah-olah “berpindah golongan” dan melakukan pemujaan dengan harapan disembuhkan dari penyakit. Bukan lagi mengharap kesuksesan yang lain sebagai tujuan utama.

Namun, tentu saja dari keempat golongan itu ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah jika dikaitkan dengan kemaha-esaan Tuhan sebagai Yang Maha Adil. Nah, pada sloka 17 Bhagawad Gita Bab VII disebutkan bahwa: “Di antara mereka (golongan)  ini, ia yang bijaksana (jnani), yang hidup dalam suatu kesatuan yang konstan dengan Yang Maha Suci, yang dedikasinya terpusat ke satu arah (yaitu Tuhan), adalah yang terbaik.

Jadi, golongan keempat yang dianggap pemuja yang terbaik karena mereka bebas dari pamerih, sementara ketiga golongan lainnya masih mengharap sesuatu dalam permohonannya. Tentu tidak mudah menjadi golongan ke empat itu, tetapi itulah tujuan hidup yang harus kita cita-citakan. 

(Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda - 24 Desember 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar